Langsung ke konten utama

Penjual Tanaman Bunga, Kisah Meraup Rupiah dari Bisnis Turun-Temurun 

 

Penjual tanaman yang sedang melihat pengunjung datang. Foto (Izza)

Kudus, Suara Terkini Muria - Bisnis jual tanaman bisa menjadi ladang mencari rupiah. Setidaknya itu yang dilakukan oleh Joko, pemilik Toko tanaman Sri Rejeki, laki-laki di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 


Kios yang bernama Toko Sri Rejeki ini berlokasi di Jalan Gor Wergu Wetan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus, memulai bisninya sejak tahun 1993. Bisnis jual tanaman yang saat ini telah dikelola oleh Joko merupakan bisnis turun-temurun dari Bapak Joko yang sudah tua.


“Dulu awalnya milik bapak saya, kemudian bapak sudah sepuh, jadi saya yang melanjutkan,” kata Pak Joko saat wawancara siang hari. 


Ia jug mengungkapkan bahwa kiosnya berbeda dari yang lain. kebanyakan kios lain akan buka sejak pagi hingga petang tiba, namun berbeda dengan kios miliknya yang selalu buka setiap pukul 08.00-16.00 WIB. 


Bisnis jual tanaman ini merupakan pekerjaan pokok sehari-hari yang telah digeluti selama 30 tahun lamanya. Keuntungan yang didapat pun terbilang rata-rata, setidaknya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari Pak Joko dan sekeluarga. 


“ Kalau omset atau penghasilan alhamdulillah cukup.”jelasnya. 


Tidak hanya tanaman, Pak Joko juga menjual tanaman buah, pot dari plastik, pot besi hingga pupuk sebagai penyubur tumbuhan. Harga yang ditawarkan juga murah mulai dari Rp.10.000 saja. 


“Kalau pelanggan itu tahu ya dari mereka sering lewat sini, itu pun barang yang dibeli tidak menentu. Kadang tanaman buah, kadang juga bunga,” imbuhnya.


Penulis: Izza

Editor: Eka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...