Langsung ke konten utama

Perdana Kyai Anwar Zahid dan Habib Biddin Duet di Kudus, Membawakan Pesan Damai dalam Rangka Polres Kudus Bersholawat

 

Keramain jamaah yang hadir di alun-alun kudus
Foto: Nanda


Kudus, Suara terkini muria - Kegembiraan dan kehangatan menyelimuti malam di Kudus ketika Polres Kudus menggelar acara "Polres Kudus Bersholawat, Pengajian, dan Doa Bersama untuk Indonesia, Polri Presisi menuju Pemilu Indonesia Maju." Acara yang digelar di alun-alun simpang 7 Kudus ini menjadi sorotan publik karena dihadiri oleh dua sosok kharismatik yang begitu disegani di kalangan masyarakat, yakni Kiai Anwar Zahid dan Habib Bidin.

Dalam suasana yang khidmat, puluhan ribu warga Kudus dan sekitarnya berkumpul untuk merayakan dan berdoa bersama, sembari membawa pesan perdamaian dan persatuan bagi bangsa Indonesia, terutama menjelang pemilu yang semakin dekat.

Acara ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan dua tokoh agama yang memiliki basis pengikut yang besar, Kiai Anwar Zahid dan Habib Bidin, dalam sebuah duet yang menyentuh hati banyak orang. Mereka berdua mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kesadaran dalam berpolitik dengan damai, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, dan mengedepankan persatuan di atas perbedaan.

Pembacaan sholawat oleh Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf (Habib Bidin) dan grup sholawat Azzahir menyemarakkan suasana, membuat malam itu semakin berkesan dan penuh kedamaian. Melalui lantunan sholawat, mereka berharap semangat keberagaman Indonesia tetap terjaga, sehingga persatuan dan toleransi menjadi kunci dalam menciptakan negara yang maju dan berdaulat.

Puncak acara ditandai dengan ceramah inspiratif dari sosok yang sering menjadi idola bagi banyak kalangan, KH Anwar Zahid. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan pesan-pesan bijak tentang pentingnya menjaga kedamaian dalam bingkai keberagaman, menekankan bahwa persatuan adalah modal utama untuk menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan.

Kapolres Kudus, AKBP Dian Agung, yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga yang datang dari berbagai daerah untuk ikut serta dalam acara yang begitu berarti bagi Kudus dan bangsa Indonesia. "Semoga semangat kebersamaan yang kita perlihatkan malam ini tetap terjaga dalam setiap langkah kita sebagai bangsa, dan semoga Polri Presisi mampu menjalankan tugas dengan baik demi negri yang aman dan damai," ujarnya.

Acara "Polres Kudus Bersholawat, Pengajian, dan Doa Bersama untuk Indonesia, Polri Presisi menuju Pemilu Indonesia Maju" ini menjadi momentum yang tak terlupakan bagi warga Kudus dan sekitarnya. Semoga semangat persatuan dan damai yang ditanamkan pada malam itu menjadi pendorong bagi Indonesia menuju masa depan yang lebih baik dan maju.

Reporter: Nanda
Editor: Maidah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...