Langsung ke konten utama

Produktif di Usia Muda, Tiga Sekawan Ini Membuat Coffee Shop

 
Muhammad Khairul Wafi sedang meracik kopi di kedainya yang terletak di Desa Karangbener, Kudus. Foto : (Nad/dok)


Kudus, Suara Terkini Muria - Melihat adanya potensi di bidang kopi membuat Muhammad Khairul Wafi bersama dengan dua temannya, yaitu Muhammad Khairul Wafa dan Ringgar Narendra membuka coffee shop. Usahanya ini telah dirintis sejak berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2020 silam. Berkat kegigihan dan usahanya, kini coffee shop yang dijalankannya menjadi daya tarik bagi anak muda.

Pria yang kerap disapa Wafi itu menceritakan awal mula merintis coffee shop yang berawal dari kegemarannya meminum kopi diberbagai kedai di Kudus. Bersama kedua temannya tersebut, lantas membuatnya memiliki ide untuk menjual kopi dalam bentuk kemasan botol, mengingat di tahun itu masih terjadi pandemi covid-19.

"Saat itu libur sekolah karena pandemi, jadi ngga ada kerjaan apapun dirumah. Dan sebenarnya niat diawal usaha tidak sampai membuat kedai, hanya produk kopi botolan saja. Tapi saran dari teman-teman disuruh buka kedai saja karena pengen ngopi langsung secara fresh. Ya Udah kita bangun dari hasil jualan kopi botolan tadi," jelasnya, Selasa (04/07/2023).

Beralamat di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, kini Wafi merasa nyaman dengan apa yang dilakukannya, karena berada di industri kopi adalah passion dirinya selama ini. Walaupun masih terbilang muda, Wafi tetap tekun dan belajar dalam mengembangkan bisnisnya. 

"Awalnya sempat diragukan untuk membuka usaha kami, karena kami membuka pada saat mau ujian kelas 12 takutnya mengganggu ujian tersebut. Tetapi kami membuktikannya dengan pintar-pintar membagi waktu untuk pelajar dan produksi," ucapnya.

Coffee Shop yang telah ia jalankan tiga tahun ini diberikannya nama Trana, alasannya nama tersebut diambilnya dari Bahasa Gujarat yang berarti tiga. Dimana saat itu Wafi dan kedua temannya sedang mendalami agama dengan belajar kitab-kitab yang kebanyakan penulisnya berasal dari Gujarat, India.

"Kalau disini kopi paling favorit itu Arabika, karena kopi ini tidak pahit malah ada yang rasanya manis buahnya tergantung kopi itu diproses. Sedangkan untuk menu based kopi ada enam," terangnya.

Untuk kopi yang dijualnya terbilang terjangkau bagi anak muda, cukup Rp 8000 hingga Rp 15.000 secangkir kopi dapat dinikmati. Lebih lanjutnya, Wafi berharap anak muda yang terjun di dunia perkopian terus belajar dan berinovasi, karena baginya dunia kopi akan terus berkembang dan setiap tahunnya akan mengalami kreasi menu baru. 

"Bagi anak muda kalau memutuskan terjun di industri perkopian jangan cari kerennya saja, takutnya ngga berkembang nanti. Dan teruslah belajar dengan giat agar kemampuan dalam diri ini terus berkembang," pesannya.


Reporter: Nad
Editor: Ek

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...