Langsung ke konten utama

PWI Kudus Sukses Gelar Seminar Kebangsaan diikuti Oleh 100 Peserta dari Berbagai Kalangan

Saiful Annas selaku narasumber sedang menyampaikan materi. Foto : Hasna



Kudus, Suara Terkini Muria – Dalam rangka menyambut pemilu 2023 ini PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kudus gelar seminar wawasan kebangsaan. Seminar ini digelar di SMK Assaidiyyah 2 Kudus yang dimulai pukul 13.00 pada Jum’at (21/07/2023)

Seminar wawasan kebangsaan ini memiliki tema Menjaga Keutuhan NKRI di Tengah Distrupsi Informasi. Kegiatan ini mengundang 3 narasumber hebat yakni Saiful Annas selaku Ketua PWI Kudus, Kholid Mawardi selaku Anggota Komisi C DPRD Kudus, dan juga Mawahib Afkar selaku Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah.

Seminar kebangsaan ini diikuti oleh 100 peserta, yakni dari kalangan pelajar, mahasiswa dan banyak lagi. Maksud dari distribusi yaitu tercabutnya dari akar. 

Dalam seminar tersebut disebutkan bahwa distrubsi kini banyak berkembang dan anti mainstream. Hal tersebut  dikarenakan seiring berjalannya zaman. 

Saiful Annas, selaku Ketua PWI Kudus sekaligus Kepala Biro Muria mengungkapkan bahwa selalu ada perubahan teknologi. Tak hanya itu ia juga menyebutkan bahwa perubahan tersebut nantinya akan ada konvergensinya yaitu ada penggabungan. 

"Distrupsi kini membuat perbedaan menjadi peluang seperti adanya pasar online itu merupakan peluang baru.  Selalu ada perubahan, seperti halnya dulu menggunakan kamera digital seiring berkembangnya teknologi perubahan tersebut menjadi handphone yang multifungsi," ujarnya saat menerangkan materi.

Seiring berkembangnya teknologi kini transformasi digital menjadi pasif. Namun dengan demikian banyak pula dampak positif maupun negatifnya. 

"Kini banyak bising di dunia maya yang mana sibuk mengomentari dan seperti paling tahu tentang segala hal. Maka dari itu perlunya hati-hati dalam menggunakan media sosial. Seperti halnya distrupsi informasi menjelang pemilu kini," tambahnya. 

Sementara itu, Kholid Mawahib selaku Anggota Komisi C DPRD Kudus menjelaskan bahwa beliau ini bukan anti berita tapi kesusahan untuk memilah yang benar maupun salah. Kini harus pintar dalam menyaring tulisan atau berita. 

"Ditengah hujanan informasi kini yang dulunya mulutmu harimaumu, sekarang jadi jarimu harimaumu. Jadi memang harus pintar menyaring, karena takutnya menjadi keyakinan," tambahnya.


Reporter: Hasna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...