Langsung ke konten utama

Rismi, Penari Asal Kudus Yang Gemar guri-uri Budaya Tradisional

 

Protret Rismi dengan Pasangan Tari Cucuk Lampah Pada Acara Pernikahan. Foto : Renan

Kudus, Suara Terkini Muria—  Risma Putri Pertiwi Kusuma Ningrum, wanita asal Desa Loram Kabupaten Kudus yang bercita-cita memajukan kesenian tari tradisional di Indonesia dengan bakat tarinya.


Tari tradisional yang kental dengan ragam wiraga, wirasa, dan wirama memang bukan hal yang mudah. Menurut risma, tarian tradisional harus diajarkan sedini mungkin untuk dapat menanamkan nilai-nilai kebudayaan jawa dan cinta tanah air.


''Kalau menari mulai usia dini, gerakan dan ruh dan dari tarian itu akan lebih mudah untuk ditanamkan sampai besok waktu sudah remaja/dewasa.'' Tutur Risma pemilik Sanggar Tari Putri Kudus.


Seperti dijelaskan oleh Risma, awal mula saat menekuni dunia tari adalah saat menginjak sekolah dasar. Saat itu, ia dilatih oleh ibunya yang merupakan seorang guru seni budaya. Sehingga jiwa seorang penari telah melekat hingga ia dewasa. 


Untuk memantapkan kemampuannya, setelah lulus sekolah menengah atas, Risma mengambil jurusan seni tari. Ia bertekad untuk menumbuhkan budaya-budaya tradisional Indonesia. Hasilnya ia menjadi seorang penari professional dan kerap tampil di acara-acara pemerintahan di Kudus hingga luar kota.


Berbekal dukungan orang tua, ia sekarang mampu mendirikan sebuah sanggar tari yang beranggotakan anak sekolah dasar hingga mahasiswa yang berlokasi di desa Jati Kulon RT 3/ RW 1. Selain itu, ia telah beberapa kali mendapat penghargaan, undangan menari dari berbagai instansi, workshop, hingga acara pernikahan.


"Alhamdulillah, setelah pandemi kemarin saya bertekad untuk lebih giat dalam melatih tari untuk anak-anak sekolah dasar. Tidak hanya itu, ada juga mahasiswa dan anak SMA yang ikutt saya latih, biasanya mereka tampil untuk acara cucuk lampah.'' Jelas  Risma.


Selain menjadi penari sekaligus pelatih, Risma juga membuka penyewaan kostum tari. Mulai dari kostum tari tradisional hingga modern. Beragam ukuran dan motif Risma sediakan untuk kebutuhan sanggar tari miliknya, maupun bagi masyarakat umum yang membutuhkan sewa kostum.

Reporter : Renanda

Editor     : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Menikmati Sore di Pantai Sikembu Jepara

Suasana Matahari Terbenam di Pantai Sikembu Jepara(4/7/22). Foto: Renanda Jepara - Suara Terkini Muria , Matahari terbenam terlihat indah di Pantai Sekembu , Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah. Selasa (4/7/22). Tak banyak yang tahu, pantai yang terletak di Kecamatan Mulyoharjo ini menghadirkan suasana yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota Jepara, menjadikan pantai ini mudah di jangkau oleh wisatawan.  Pantai Sikembu ini buka setiap hari, letaknya di dekat Kompi Angkutan Air Kodam Jepara. Menariknya tidak ada tarif masuk untuk menuju ke Pantai ini, namun fasilitas umum yang tersedia seperti toiltet dan tempat bilas cukup minim. Di pantai ini, para wisatawan dapat menikmati suasana pantai di kursi yang disediakan oleh pengelola pantai. Selain itu, mereka juga bisa menyantap snack yang tersedia di warung depat bibir pantai. Cukup terjangkau, hanya dengan 10 ribu rupiah wisatawan bisa menikmati pantai tanpa merasaka...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...