Langsung ke konten utama

Sego Tewel, Kuliner Sederhana nan Ikonik asal Pati

Potret penjual sego tewel khas pati, foto(Nanda) 


KUDUS, SUARA TERKINI MURIA, Kuliner khas Indonesia terus memikat lidah para pecinta kuliner dari berbagai penjuru dunia. Salah satu kuliner yang tengah menjadi perbincangan hangat adalah "Sego Tewel," makanan sederhana nan ikonik asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.


Sego Tewel merupakan sajian nasi putih yang disajikan dengan lauk tempe orek khas, serta dibarengi dengan sambal terasi yang menggoda selera.


Meskipun terlihat sederhana, kuliner ini berhasil menyita perhatian para pelancong kuliner berkat cita rasanya yang autentik dan khas dari daerah asalnya.


Keunikan dari Sego Tewel tak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada cara penyajiannya. Pedagang Sego Tewel menggunakan bungkusan daun pisang yang menjadikan kuliner ini terasa semakin alami dan berbeda dari hidangan nasi pada umumnya. 


Bungkusan daun pisang ini juga dikatakan memberikan aroma khas yang mempengaruhi cita rasa nasi, sehingga semakin menggugah selera.


 Di Nusantara, khususnya Jawa, banyak ragam kreasi kuliner yang menggunakan bahan tewel. Di seputaran Pekalongan ada dikenal Nasi Megana. Dan di Kabupaten Pati, ada kuliner “Sego Tewel.


Sego Tewel khas Kabupaten Pati, memang salah satu kuliner lokal yang saat ini cukup popular. Bahkan tidak hanya di daerah asalnya, di beberapa kabupaten tetangga seperti Kudus, kini juga banyak betebaran pedagang Sego Tewel khas Pati.


Di Kabupaten Pati, Sego Tewel, bisa dinikmati oleh masyarakat setempat, khususnya di Desa Tambakromo yang terletak di Kecamatan Tambakromo. Kuliner berbahan dasar sayuran dari serat nangka ini biasa disuguhkan dengan nasi yang masih hangat.


Melengkapi hidangan itu adalah tempe dan bakwan goreng. Yang membedakan, Sego Tewel asal Bumi Minatani ini disajikan penyajiannya di atas daun jati, sehingga menambah aroma dan daya tarik keseluruhan dari kreasi kuliner yang nikmat ini.


Azis, penikmat Sego Tewel dari Kabupaten Kudus, sangat merekomendasikan mencoba nasi tewel ini karena rasanya yang selalu bikin ketagihan. Menurutnya, yang menambah daya tariknya bukan hanya harganya yang terjangkau, juga kekhasan dan status ikoniknya di Kabupaten Pati. “Murah dan nikmat,” ujarnya, Selasa (25/7/2023) lalu.


Dikatakannya, Sego Tewel khas Pati menawarkan berbagai rasa yang lezat dan akan membuat ketagihan. “Silakan dicoba,” lanjutnya menambahkan.


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Hadi Santosa, dalam berbagai kesempatan pun menekankan pentingnya memperluas jangkauan dan popularitas hidangan (kuliner) lokal itu.


“Di sisi lain, dengan tetap menjaga esensi kesederhanaannya, sekaligus mengembangkannya agar lebih dikenal lebih luas di berbagai daerah,” tuturnya.


Pemerintah daerah Pati pun turut memberikan dukungan dan promosi untuk kuliner Sego Tewel. Upaya ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan kuliner tradisional yang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Pati.


Bagi Anda yang penasaran dengan cita rasa Sego Tewel, Pati adalah tempat yang tepat untuk mencicipinya. Dengan kelezatan dan keunikannya, Sego Tewel semakin mengukuhkan diri sebagai kuliner sederhana nan ikonik yang patut dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...