Langsung ke konten utama

Penjual rokok masa lampau, SEJARAH ROKOK DI KOTA KUDUS


Potret penjual masa lampau menggunakan kios mini untuk menjajahkan Rokok, foto(Nanda) 


KUDUS, SUARA TERKINI MURIA, Museum Kretek merupakan wisata yang menceritakan tentang sejarah rokok  di kota Kudus Jawa Tengah. Karena Kudus terkenal dengan rokoknya, maka disebut "Kota Kretek". 

Di museum ini wisatawan dapat belajar tentang sejarah  proses produksi rokok kretek dan diorama, mulai dari proses  manual hingga penggunaan teknologi modern.  

Museum Kretek yang dibuka pada tahun 1986 ini terletak di Jalan Getas Pejaten No. 155, Kecamatan Jati-Kudus, Jawa Tengah. Tempatnya tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak. Pengunjung harus membayar biaya tiket sebelum memasuki area museum kretek. 4000 rupiah per orang. Biaya parkirnya sendiri adalah 2000 rupiah. 

 

Jadi dengan total Rp 6.000,- dengan harga yang relatif murah, pengunjung sudah bisa menikmati kawasan wisata museum Kretek.


Jaman dulu, penjual rokok menjajahkan rokok di kios dengan menata rapi rokok" di rak kios, dengan ukuran kios P100 L80 T100, masih menggunakan kayu jati di emperan jalan, Seperti foto di atas. 

Saat mahasiswa mahasiswi IAIN KUDUS yang  PPL di SUARA MERDEKA masuk ke dalam museum yang memiliki luas sekitar dua hektar ini, tampak para pengunjung bisa melihat-lihat beragam koleksi alat-alat untuk memproduksi rokok kretek. Mulai dari miniatur yang di dalamnya menggambarkan proses produksi rokok, kemudian display beragam jenis rokok kretek, alat giling cengkeh, mesin giling tembakau, alat perajang tembakau, dan lain sebagainya.

Di dalam museum juga terpampang display foto-foto dari tokoh-tokoh wiraswasta yang mengembangkan rokok kretek. Pengunjung juga bisa menonton film dokumenter yang memutar tentang sejarah pembuatan rokok kretek dan perkembangannya.

Sebagai upaya menarik perhatian generasi muda, museum ini memiliki ruang interaktif dengan berbagai permainan dan media modern yang mendukung informasi sejarah yang disajikan. Hal ini bertujuan untuk membuat pengalaman berkunjung ke museum menjadi lebih menyenangkan dan mendidik.

Museum ini memiliki "Studio Kretek" yang menawarkan pengalaman langsung dalam pembuatan rokok kretek. Pengunjung dapat mempelajari teknik menggulung rokok kretek dari para ahli dan merasakan sensasi menyulut rokok kretek khas Indonesia.

Lebih dari sekadar menampilkan sejarah dan produksi rokok kretek, museum ini juga menyoroti peran kretek dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Rokok kretek telah menjadi bagian dari tradisi dan adat di banyak daerah, dan museum ini berusaha menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya ini.

Pengunjung museum kretek, Nor Rohim mengungkapkan, di museum kretek ini, selain mengenalkan alat-alat produksi, juga bisa melihat diorama pembuatan rokok kretek dan pemasaran atau penjualan rokok. "Kita juga bisa melihat bagaimana proses pengumpulan tembakau, proses penghancuran, pemadatan dan penggilingan. Selain itu melihat bagaimana rokok kretek tersebut sampai dijual kepada perokok, dengan diorama penjualan rokok kretek," ungkap Rohim.

Menurut dia, museum kretek dibangun untuk mengenang 'pahlawan kretek' di masa lalu Karena rokok kretek telah menjadi denyut nadi bagi masyarakat Kudus. "Banyak masyarakat di Kudus yang mengolah tembakau dan bekerja di pabrik untuk membuat rokok kretek," ungkapnya.

Seorang pengunjung asal Pati bernama Maidah mengaku baru pertama kali mengunjungi museum kretek di Kudus. Meski begitu dari Museum inilah dirinya bisa menelusuri sejarah rokok kretek sejak dahulu hingga kini.

"Di dalam museum, kita dapat menemukan ribuan koleksi bersejarah dan apa pun tentang rokok kretek. Ada beberapa miniatur tentang proses produksi rokok kretek; mulai dari proses menanam, memetik, menjemur dan merajang tembakau, melintingnya menjadi rokok, hingga proses distribusi," sebutnya.
Menurut dia, hal menarik juga terdapat koleksi contoh-contoh benda-benda promosi masa lampau yang terkesan antik seperti asbak, cangkir, cawan, atau teko. 

Benda-benda promosi pada masakini juga ditampilkan di sebelahnya, seperti payung, asbak, topi, kaos, dan lain-lain. Tidak ketinggalan, beberapa bungkus rokok dan berbagai merek yang pernah diproduksi. 

Musium kretek ini menyimpan banyak historis tentang perkembangan industri rokok di Kudus. Maka dari itu perlunya edukasi kepada pengunjung agar lebih paham bagaimana pemasaran yang dilakukan tempo dulu hingga hari ini.

" berkunjung kesini karna memang ada tugas, jadinya juga pengen tahu sekalian tentang musium kretek itu seperti apa, dan saya tertarik ketika melihat replika para pekerja pembuatan rokok tersebut", ujar Maidah pengunjung dari Pati.

Yang menarik perhatian dari salah satu ruang sudut museum dengan display foto-foto pendiri rokok kretek adalah kisah Nitisemito sang pendiri pabrik Rokok Bal Tiga. Nitisemito memang dikenal sebagai pengusaha tembakau paling sukses pada awal abad ke-20. Dengan label Tjap Bal Tiga (Bal Tiga) miliknya itu, dia mengawali kisah suksesnya pada tahun 1914 hingga mencapai puncak kejayaan pada tahun 1914.

Koleksi rokok di museum ini juga mencakup perubahan desain kemasan dari masa ke masa. Pengunjung dapat melihat bagaimana desain kemasan rokok kretek telah mengalami evolusi, dari yang sederhana hingga yang lebih modern dan menarik.

Museum Kretek di Kudus memiliki koleksi rokok kretek edisi khusus dan terbatas. Edisi khusus ini biasanya diproduksi untuk perayaan tertentu atau untuk menandai momen-momen penting dalam sejarah rokok kretek. Museum Kretek Kudus dengan bangga menampilkan koleksi rokok kretek yang kaya dan beragam, menjadikannya pusat perhatian bagi siapa saja yang ingin lebih memahami sejarah, budaya, dan perkembangan industri tembakau khas Indonesia. Melihat koleksi ini, pengunjung dapat melihat betapa pentingnya rokok kretek bagi warisan budaya negara dan bagaimana industri beradaptasi dan berkembang dari waktu ke waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...