Langsung ke konten utama

SMPN 1 Hati Kudus Mengadakan Kegiatan Kemah di Luar Sekolah Setelah Pandemi COVID-19"

 
Suasana kegiatan Kemah SMP 1 Hati Kudus
Foto: Mai



Kudus, Suara Terkini Muria - SMPN 1 Hati Kudus, sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di kota Hati Kudus, telah berhasil mengadakan kegiatan kemah di luar sekolah setelah menghadapi tantangan selama masa pandemi COVID-19. Kegiatan ini menandai langkah maju dalam upaya sekolah untuk memberikan pengalaman pendidikan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa setelah periode pembelajaran jarak jauh yang panjang.

Dalam upaya untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan menjalin ikatan sosial di antara siswa, SMPN 1 Hati Kudus memutuskan untuk mengadakan kegiatan kemah di luar sekolah. Kegiatan ini dirancang dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh tim kesehatan setempat.

Pada tanggal 14-15 Juli 2023, sekitar 50 siswa dari berbagai tingkat kelas di SMPN 1 Hati Kudus berpartisipasi dalam kegiatan kemah ini. Mereka ditempatkan di area perkemahan yang terletak di sekitar pegunungan indah di luar kota. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kehidupan di alam terbuka, meningkatkan keterampilan bertahan hidup, dan memperkuat semangat kolaborasi dan tim.

Selama kegiatan kemah, siswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti mendirikan tenda, mempelajari teknik pemadaman api, memasak di alam terbuka, dan menjelajahi lingkungan sekitar. Mereka juga diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melibatkan diri dalam kegiatan pelestarian alam.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang unik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bersosialisasi dan membentuk ikatan yang lebih kuat di antara mereka. Setelah periode isolasi yang panjang akibat pandemi, kegiatan kemah ini menjadi momen yang menyenangkan bagi siswa untuk bersenang-senang, berinteraksi dengan teman sekelas, dan menciptakan kenangan tak terlupakan.

Kepala pelatih pramuka SMPN 1 Hati Kudus, Budi, menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan kegiatan kemah ini. Ia mengatakan, "Kami sangat bahagia melihat antusiasme dan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan kemah ini. Ini adalah langkah penting dalam memulihkan semangat belajar dan memperkuat hubungan sosial di antara siswa setelah melewati masa yang sulit selama pandemi."

Kegiatan kemah di luar sekolah ini telah memberikan bukti bahwa SMPN 1 Hati Kudus dan siswa-siswinya dapat bersama- sama menghadapi tantangan dan menciptakan pengalaman belajar yang bermanfaat. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah- sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa yang mendorong siswa untuk merasakan kehidupan di alam terbuka dan memperkuat ikatan sosial mereka setelah masa pandemi COVID-19.


Reporter: Maidah
Editor: Nad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...