Langsung ke konten utama

Taman Krida Wisata Kudus Alternatif Liburan Murah

 

 Suasana minizoo Taman Krida Wisata Kudus Foto: Nur Maidah 

Kudus, Suara terkini muria- Taman Krida Wisata Kudus kini menjadi alternatif liburan yang murah dan mudah dijangkau. Pasalnya hanya butuh 3.000 sudah bisa masuk dan menikmati keindahan taman ini. Letaknya yang tak jauh dari kota yakni di pusat kota Jln. Wergu Wetan, Kec. Kota Kab. Kudus sehingga memudahkan untuk dijangkau.

Taman Krida Wisata Kudus ini menawarkan berbagai fasilitas sehingga cocok untuk semua anggota keluarga. Baik untuk dikunjungi anak-anak, ibu-ibu bahkan sampai lansia yang masih sehat bisa menikmati taman ini. Karena taman ini juga menjadi tempat untuk menyelenggarakan acara budaya dan tempat kegiatan komunitas.

Taman Krida Wisata Kudus ini berdiri kurang lebih pada tahun 1987. Dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore. Walaupun sehari kurang dari 50 orang, namun sampai sekarang belum pernah sepi pengunjung.

“ Untuk jumlah pengunjung tiap harinya nggak tentuh sih, kalau pas hari-hari sekolah itu agak sepi. Paling nggak seharinya sekitar 30-an atau kurang lebihnya 50-an pengunjung. Tapi untuk hari minggu biasanya ramai bisa sampai 300 pengunjung”. Kata Dian sebai staff Taman Krida saat ditemui tim suaraterkinimuria ditempatnya hari ini (26/6/2023).

Salah satu daya tarik utama Taman Krida ini adalah Miniatur Masjid, replika dari masjid kresek yang terkenal di daerah tersebut. Pengunjung dapat menikmati dan mengagumi keindahan arsitektur masjid tersebut dengan mempelajari sejarahnya. Namun tetap harus sopan dan menjaga batas suci jika berada dilokasi Masjis tersebut.

Selain masjid, banyak fasilitas lain yang ada di Taman Krida. Diantaranya seperti koleksi hewan-hewan kayak minizoo, replika patung-patung hewan yang biasanya untuk anak-anak, juga ada taman bunga yang indah yang menambah keindahan dan suasana segar disekitarnya. Selain itu, ditengah-tengah taman terdapat kolam renang dengan air jernih yang dapat dinikmati oleh pengunjung segala usia. Namun jika ingin masuk ke kolam renang maka ditarik biaya sebesar 4.000 Rupiah.

Izza rifqi, seorang pengunjung dari luar kota, mengatakan, “ saya sangat terkesan dengan Taman Krida ini, karna tempatnya yang asri bikin pikiran fresh. Jadi saya suka tempat ini sebagai alternatif liburan saya”.

Biasanya, Taman Krida Wisata Kudus ini juga menjadi tempat untuk menyelenggarakan acara budaya dan komunitas. Pengunjung dapat menyaksikan pagelaran seni budaya seperti pertunjukan musik tradisional, tarian, dan pameran seni local. Hal ini memperkaya pengalaman wisatawan dengan banyaknya budaya Kudus.

Pemerintah setempat berharap agar Taman Krida Wisata Kudus ini dapat menjadi ikon pariwisata yang menarik bagi kota kudus. Mereka berupaya untuk terus menjaga dan mengembangkan taman ini agar lebih banyak lagi wisatawan. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dan lingkungan.





Editor : Eka uswa

Reporter : Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...