![]() |
| KH ABDURROHAMAN mendoakan air di dalam gentong. Foto (nanda) |
Kudus, Suara Terkini Muria - Malam 1 Suro menjadi momen spesial bagi masyarakat Desa Jepangpakis saat mereka merayakan tradisi Grebeg Suro ke-23. Acara tersebut berlangsung di halaman rumah almarhum Bapak Haji Toriq Maslah, yang terletak di Gg. Langgar Domas, Desa Jepangpakis. Ribuan warga desa dan pengunjung berkumpul untuk merayakan peristiwa budaya ini.
Pada malam yang bersejarah ini, pembaca maulid Ustad H. Ashfal Maula, yang akrab dipanggil Gus Apang, memimpin pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Gus Apang sebagai pembaca maulid menjadi puncak perayaan ini, menyatukan hati dan pikiran masyarakat dalam penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada saat istirahat, dilakukan pembagian nasi jangkrik kepada seluruh peserta yang hadir. Nasi jangkrik, sebuah hidangan khas dalam tradisi Grebeg Suro, merupakan simbol keberlimpahan rezeki dan harapan untuk masa depan yang baik bagi masyarakat Desa Jepangpakis. Dengan antusiasme, orang-orang menikmati hidangan ini dan saling berbagi kebahagiaan.
Kemudian, sebagai penutup acara, dilakukan pembagian air yang telah didoakan dari dalam gentong. Air tersebut dipercaya memiliki keberkahan dan khasiat bagi kesehatan dan keberuntungan. Kh. Abdurrohaman, seorang tokoh agama terkemuka di desa, menjadi pembicara dalam penutupan acara ini. Kh. Abdurrohaman memberikan pesan tentang pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi Grebeg Suro ke-23 di Desa Jepangpakis ini menjadi momen yang penuh makna dan menggugah semangat persatuan dan kesatuan masyarakat. Dalam kebersamaan dan kegembiraan, warga desa melestarikan tradisi nenek moyang mereka, sambil berharap untuk masa depan yang lebih baik. Semoga perayaan ini terus berlanjut dan menjadi warisan budaya yang terjaga dengan baik bagi generasi mendatang.
Reporter: Nanda
Editor: Hasna

Komentar
Posting Komentar