![]() |
| Suasana warga saat menonton Singo Barong di Acara Sunatan Foto: Nur Maidah (13/7/2023) |
Kudus, Suara terkini muria- Sebuah tradisi sunatan unik yang dikenal dengan sebutan "Sunatan Nanggap Singo Barong" telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya. Pada hari Kamis (13/7/2023), masyarakat Desa Bacin, Kecamatan Bae berkumpul untuk merayakan sunatan nanggap seorang anak laki-laki dengan menggunakan kostum Singo Barong.
Ritual sunatan nanggap Singo Barong ini dimulai dengan persiapan yang teliti dan dipimpin oleh seorang dukun adat setempat. Anak laki-laki yang akan disunat akan mengenakan kostum Singo Barong yang terbuat dari kain tradisional dengan hiasan kepala dan topeng berbentuk singa. Kostum tersebut melambangkan keberanian dan kekuatan yang diyakini akan melindungi anak tersebut dari segala bentuk bahaya.
Acara dimulai dengan prosesi sunatan yang dipimpin oleh seorang tabib setempat yang terampil. Setelah proses sunat selesai, anak laki-laki tersebut mengenakan kostum Singo Barong dan berjalan di tengah-tengah kerumunan warga. Dalam perjalanan tersebut, dia melakukan gerakan-gerakan khas Singo Barong yang melibatkan gerakan tubuh dan suara-suara khas hewan singa.
Tidak hanya anak yang terlibat dalam acara ini, tetapi juga keluarga dan teman-teman dekatnya. Mereka mendukung dan memberikan semangat kepada anak laki-laki yang baru disunat saat dia berjalan dengan bangga dan percaya diri sebagai Singo Barong. Para penonton ikut merasakan kegembiraan dan kebanggaan dalam menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini.
Sunatan Nanggap Singo Barong bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekuatan komunitas setempat. Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Desa Bacin untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa solidaritas, dan melestarikan kebudayaan mereka. Sunatan Nanggap Singo Barong juga menjadi daya tarik wisata budaya bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang keunikan dan keindahan tradisi Jawa.
Dalam wawancara dengan salah satu warga setempat, Bapak Sunaryo, dia menyatakan, "Sunatan Nanggap Singo Barong adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya bagi kami mbak. Kami bangga dapat merayakan tradisi ini dan berharap dapat mewariskannya kepada generasi mendatang agar tetap hidup dan dikenal oleh dunia."
Dengan adanya upaya pelestarian seperti Sunatan Nanggap Singo Barong, masyarakat Desa Bacin berusaha mempertahankan kearifan lokal mereka. Mereka berharap tradisi ini akan terus bertahan dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan memperjuangkan budaya mereka.
Reporter: Maidah
Editor: Rohim

Komentar
Posting Komentar