Langsung ke konten utama

Usai Jalani Pelatihan Desain Grafis, LKP Dipcom dan PKBM Ihsan Zahra Fajrika Adakan Outbound Bersama

Peserta Didik LKP Dipcom dan PKBM Ihsan Zahra Fajrika sedang melakukan permainan


Kudus, Suara Terkini Muria – Pelatihan Desain Grafis 2023 oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dipcom dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ihsan Zahra Fajrika telah usai, kemudian mereka memiliki runtutan yang kini sudah berjalan kurang lebih 5 tahun yaitu outbound. Outbound tersebut dilaksanakan pada pukul 07.30 yang bertempatan di Hills Vaganza pada Selasa, (04/07/2023)


Outbound ini diikuti oleh 50 peserta dan para staff yang diisi dengan games oleh tutor undangan. Meskipun peserta berasal dari dua kelompok yang berbeda, setelah games tersebut dimulai mereka mampu akrab satu sama lainnya. Mereka bahkan menyambut outbound tersebut dengan sangat antusias.


Kegiatan ini sebetulnya bukanlah sesuatu hal yang wajib diikuti oleh para peserta, namun setelah dikemas dengan menarik dan baik berhasil mengundang para peserta untuk ikut berpartisipasi akan hal tersebut. Setelah sesi games terlaksana, maka para peserta diarahkan untuk menuju tempat makan yang telah disediakan.


Directur LKP Dipcom sekaligus Owner PKBM Ihsan Zahra Fajrika, Eko Fajar Supriyanto mengungkapkan bahwa setelah berlangsung 5 tahun pelatihan maka dimasukkanlah outbound diakhir pelatihan. Sebetulnya outbound ini bukanlah semata hanya untuk bersenang – senang saja, namun juga sebagai media pembelajaran yang dinilai dari personal maupun grup. Adanya outbound atau soft skill yang dikemas dengan permainan ini tak lain untuk melihat kekompakkan tim, penyelesaian ketika ada tugas.  



“Sebelumnya dulu tidak ada outboundnya, hanya pelatihan biasa kemudian  Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) saja. Namun, setelah 5 tahun berjalan, kita memasukkan outbound juga diakhir pelatihan. Tujuan dari ditambahkannya outbound dalam runtutan acara tersebut supaya peserta bukan hanya pintar bukan hanya membuat desain atau karya – karya computer saja. Namun mampu menjadi tim disuatu pekerjaan,” ujarnya.

 

Selain itu outbound ini membentuk kekeluargaan agar lebih kental antara satu tim maupun beberapa tim. Tak hanya itu, namun juga membentuk karakter ketika dipekerjaan menjadi lebih cekatan dan mampu menghargai teman atau sesama tim.

 

“ Dulu memang tidak ada outbound hanya pelatihan saja, namun hasilnya tidaklah maksimal, masih ada banyak ego, tidak tau etos kerja yaitu mampu menyelesaikan tugas dengan selesai. Setelah 8 tahun memasukkan outbound pada akhir pelatihan ini betul – betul mampu membentuk karakter tim dan hasilnya menjadi maksimal yang mana mampu menghasilkan peserta dengan prestasi yang telah mereka pelajari di LKP Dipcom,” tambahnya.

 

Fajar berharap kedepannya LKP Dipcom semakin maju, yang mana mampu menghasilkan pekerja – pekerja handal kedepannya dibidang desain grafis. Selain itu juga peserta didik mampu membuka wirausaha – wirausaha baru yang nantinya bisa menampung adek – adeknya. Tak hanya itu, Fajar memiliki keinginan LKP Dipcom bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi sekolah tinggi Ilmu Komputer.

 

“Jadi saya memang memiliki cita – cita besar yaitu mendirikan sekolah tinggi computer, seperti nama yang diambil bahwa Dipcom adalah Diponegoro Computer. Dulunya berawal dari rental kecil kemudian ke kursus computer dan kini lembaga pendidikan, jadi masih ada satu tahap lagi untuk mencapainya menjadi sekolah tinggi computer. Bersyukur sekali bahwa kini dipcom sudah menghasilkan 13 angkatan, harapannya tak lain semoga mampu terus menghasilkan peserta – peserta yang berkualitas di bidang desain grafis,” ungkapnya.

 

Kemudian salah satu peserta didik LKP Dipcom juga berharap Dipcom bisa terus maju dengan menghasilkan peserta yang berkualitas di bidang tersebut. Tak hanya itu, ia juga ungkapkan rasa senangnya pernah belajar dan mengikuti pelatihan di LKP Dipcom.


Editor : Eka Uswa 

Reporter : Aisyah Hasna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...