Langsung ke konten utama

Warga Banyu Putih Jepara Resahkan Jembatan Besi Yang Sudah Rusak

Jembatan di Desa Pendosawalan Banyuputih Yang Rusak Tetapi Masih Dilalui Warga. Rabu, (12/7). Dok. Warga


Jepara, Suara Terkini Muria - Warga Desa Banyu Putih di Jepara semakin merasa resah dengan kondisi jembatan besi yang semakin rusak. Kekhawatiran mereka semakin meningkat mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan jika jembatan itu tiba-tiba roboh. Untuk lebih memahami kekhawatiran warga dan kondisi aktual jembatan, kami melakukan wawancara dengan beberapa warga setempat.

Satu warga, Siti Rahayu (45), mengungkapkan, "Kami sangat khawatir setiap kali melewati jembatan ini. Beberapa plat besi sudah bolong dan karat parah. Kita tak tahu kapan jembatan ini bisa roboh. Kami hanya bisa berdoa dan berharap agar tidak ada bencana yang terjadi."

Seorang pengguna jembatan lainnya, Ahmad Hasan (38), mengatakan, "Ketika melintasi jembatan ini, saya selalu merasa cemas karena kondisinya yang semakin buruk. Jembatan bergoyang-goyang dan terdengar suara berisik saat ada kendaraan besar melintas. Rasanya seperti jembatan ini akan runtuh setiap saat."

Petinggi Desa Pendosawalan, Hidarwo, juga memberikan penjelasan tentang usaha yang telah dilakukan untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Dalam wawancara tertulis, Hidarwo menjelaskan, "Sebagai petinggi desa, kami telah melakukan perbaikan sebisanya pada jembatan ini. Namun, kita sadar bahwa perbaikan yang kami lakukan tidak cukup mengingat tingginya jumlah kendaraan yang melintas dan kondisi pondasi yang semakin rusak setelah terkena banjir. Kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan jembatan baru."

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, juga memberikan penjelasan terkait langkah yang telah diambil oleh pemerintah daerah. 

"Kami telah menganggarkan sekitar Rp 200 juta pada tahun 2022 untuk pembuatan talud sebagai upaya penanganan sementara. Namun, kami juga memahami bahwa jembatan tersebut membutuhkan pembangunan yang lebih komprehensif. 

Oleh karena itu, rencana pembangunan jembatan baru telah dimasukkan dalam RKPD untuk tahun 2024. Kami berharap dapat mendapatkan persetujuan dari DPRD Kabupaten Jepara sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan pada tahun depan," jelas Ary Bachtiar.

Dalam menghadapi kondisi jembatan yang semakin genting, masyarakat setempat berusaha untuk tetap melintasi jembatan dengan kewaspadaan. Mereka berbagi beban dengan mengurangi kecepatan dan menunggu giliran saat kendaraan saling bertemu di jembatan yang sempit ini. Namun, keberlanjutan jembatan ini menjadi kekhawatiran bersama.


Reporter : Renanda
Editor : Nad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...