Langsung ke konten utama

Pembukaan KKN di Desa Kemiri, Kunduran, Kabupaten Blora

 

Mahasiswa IAIN Kudus KKN di desa Kemiri Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Foto bersama Perangkat desa dan DPL dari IAIN Kudus
Foto(Iqbal) 



Blora, 1 September 2023 - Suaraterkinimuria Desa Kemiri, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, menjadi saksi dari dimulainya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dihadiri oleh mahasiswa Universitas IAIN Kudus. Acara pembukaan KKN ini diselenggarakan dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat.


Dalam upacara pembukaan yang berlangsung di Balai Desa Kemiri, turut hadir Dosen Pembimbing, Sri Wahyuning, yang akan membimbing mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Kehadiran Bapak Diharto, Kepala Desa Kemiri, juga menjadi momen yang penting dalam peristiwa ini. Bapak Diharto menyambut hangat mahasiswa dan dosen pembimbing, serta memberikan semangat dan dukungan untuk keberhasilan program KKN.


Program KKN di Desa Kemiri kali ini akan berfokus pada berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti pembinaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Mahasiswa akan terlibat dalam berbagai proyek yang akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.



Dosen Pembimbing Sri Wahyuning menyatakan, "Kami sangat bersemangat untuk bekerja sama dengan masyarakat Desa Kemiri. Program KKN adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman langsung, sambil memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Kami berharap program ini akan menjadi langkah awal menuju perubahan positif yang berkelanjutan di Desa Kemiri."

Foto Ketika Kepala Desa Berpendapat
                                     . Foto(itun) 


Kepala Desa Kemiri, Bapak Diharto, juga mengungkapkan harapannya terhadap kolaborasi ini, "Kami merasa senang dan bersyukur atas kehadiran mahasiswa dan dosen dari Universitas IAIN Kudus . Kami berharap program KKN ini akan membantu kami mengatasi beberapa tantangan yang kami hadapi dan memperkuat komunitas kami."


Program KKN ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan, dan diharapkan akan menjadi model bagi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memajukan daerah. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Kemiri dan menjadi kenangan yang berharga bagi mahasiswa yang terlibat.


Acara pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kemiri beserta jajarannya, Babin desa Kemiri, Dosen Pembimbing Lapangan, dan 18 Mahasiswa KKN IAIN Kudus.


Penulis : Mohammad Fahtur Rohman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...